Pembangunan infrastruktur merupakan salah satu aspek penting dan vital untuk mempercepat proses pembangunan nasional. Infrastruktur juga memegang peranan penting sebagai salah satu roda penggerak pertumbuhan ekonomi. Ini mengingat gerak laju dan pertumbuhan ekonomi suatu negara tidak dapat pisahkan dari ketersediaan infrastruktur seperti transportasi, telekomunikasi, sanitasi, dan energi. Oleh karena itu, pembangunan infrastruktur adalah suatu usaha atau rangkaian usaha pertumbuhan dan perubahan yang dilakukan secara terencana, untuk membangun prasarana atau segala sesuatu yang merupakan penunjang utama terselenggaranya suatu proses pembangunan.menilik Pembangunan infrastruktur di Kalimantan barat ternyata masih belum merata, khususnya di daerah-daerah perbatasan di Kalimantan Barat. Tak terkecuali Kabupaten ketapang,Kabupaten tinggkat II Di Provinsi Kalimantan Barat ini jelas sangat memprihatinkan,baik di daerah penghuluan maupun daerah pesisir,misalnya saja daerah kecamatan matan hilir selatan,kecamatan kendawanggan,kecamatan tumbang titi,kecamatan sungai melayu rayak dan masih banyak lagi,entah sudah berapa manusia yang menjadi korban baik itu luka-luka maupun meninggal,ini membuktikan bahwa pemerintah daerah tidak mampu memujudkan infrastruktur yang memadai, ruas jalan jembatan terlihat rusak parah dan dibiarkan selama bertahun-tahun tanpa adanya penjelasan dari pihak pemda setempat.
Namun begitu memasuki tahun 2015, yakni tahun dimana enam kabupaten / kota yang ada di kalimantan barat melakukan pemilihan kepala daerah, salah satunya kabupaten ketapang,terlihat bagaimana penggenjotan pembanggunan infrastruktur berupa jalan dan jembatan,misalnya pembagunan jalan di desa batu tajam kecamatan tumbang titi sampai ke desa pelang kecamtan matan hilir selatan yang memakan biaya 34 milyar,belum lagi pembangunan jalan dan jembatan dari desa pelang sampai ke kecamatan kendawanggan,dan masih banyak lagi pembagunan-pembagunan yang nilai kontraknya milyar an rupiah,atau perehapan kantor bupati yang menghabiskan dana puluhan milyar padahal kantor itu masih terlihat sangat kokoh,kalau saja pemda setempat mengalokasikn dana pembagunan kantor bupati tersebut untuk membantu para nelayan,petani,pasti akan lebih bermanfaat,menggigat kehidupan para nelayan jauh dari kata sejahtera.
Inilah yang kemudian menjadi pertanyaan di benak masyrakat,ada apa dibalik penggenjotan pembangunan infrastruktur menjelang pilkada 2015,padahal kita tahu sendiri selama kurang lebih 3 sampai 4 tahun ruas jalan di kecamattan tumbang titi,MHS dan kendawanggan di biarkan begitu saja,sampai-sampai masyarakat di dua kecamatan yakni MHS dan kendawanggan berunjuk rasa menuntut perbaikan ruas jalan dan jembatan.


